Discontinued The Body Shop Products I Wish Were Re-Released

Discontinued The Body Shop Products I Wish Were Re-Released

Saya cinta banget The Body Shop, tapi mereka punya kebiasaan bikin produk-produk kesayangan saya discontinue. Bukan berarti semua udah hilang sih (The Body Shop, don’t you dare discontinuing Fuji Green Tea Hair Scrub!), tapi produk-produk yang udah nggak dijual lagi itu justru yang paling ngangenin! Saya ngarep banget suatu hari produk-produk itu akan dirilis ulang…atau paling nggak sesuatu yang mirip deh.

Sampai menunggu waktu itu datang, The Body Shop Stop Discontinuing My Favorite Products Challenge, please.

READ ALSO : Reviews of The Body Shop Products on The Charming Snarker

1. The Body Shop Honeymania EDT

The Body Shop Honeymania Eau de Toilette in a 30 ml bottle.

Honeymania line secara keseluruhan juara banget, tapi saya terutama suka EDT-nya. Menurut Fragrantica, notes-nya adalah wildflower dan madu, dan emang rasanya tuh kayak lari-lari di padang bunga yang anginnya lembut sewangi madu. Sejak saya stop dari fase terobsesi sama Aigner Too Feminine di masa muda (?), saya jarang suka wangi yang ‘sweet‘ lagi, tapi Honeymania EDT ini wanginya cantik dan sederhana banget, jadi favorit dah. Sampai hari ini masih nyari parfum yang wanginya mirip, tapi belum berhasil.

Seperti semua single-note fragrance dari The Body Shop, sillage –nya lemah dan nggak terlalu tahan lama, tapi mengingat harganya lumayan murce (<Rp 200.000), saya nggak protes dah. EDT ini sempurna sebagai wewangian siang hari di kantor, dan kalau wanginya memudar, pas nyemprot ulang rasanya nggak usah irit-irit amat.

2. The Body Shop Vineyard Peach Range

The Body Shop Vineyard Peach line, consists of Vineyard Peach body scrub, body wash, body lotion, and body butter.

Saya nggak begitu suka wangi-wangi fruity, tapi peach adalah pengecualian. Wangi Vineyard Peach itu pas banget dalam segala hal : wangi peach-nya juicy dan creamy pada waktu yang sama. Ini mengingatkan saya pada merek permen tertentu di masa kecil, dan saya mengaitkannya dengan kepolosan dan suka cita masa muda (?). Produk favorit saya dari line ini adalah body scrub, yang teksturnya lembut banget dan sangat melembabkan kulit.

Vineyard Peach adalah edisi spesial dan saya sangat berharap suatu hari The Body Shop akan rilis edisi ini lagi! Ketika hari itu datang, saya pastikan saya bakal borong banyak buat nyetok.

READ ALSO : Review of All The Carl & Claire Perfumes in My Life (so far)

3. Wild Rose Hand Cream SPF 15

Wild Rose Hand Cream SPF 15 from The Body Shop in a 30 ml tube.

Wild Rose Hand Cream SPF 15 terlalu bagus untuk jadi nyata. Teksturnya creamy banget, wangi rose-nya elegan, dan dia mengandung rosehip oil yang bagus banget untuk penyembuhan luka dan anti aging. Terus, dia punya SPF! Mengingat pada masa pandemi kayak sekarang di mana kita harus sering cuci tangan, nggak praktis banget untuk melapis sunscreen di atas handcream. Jauh lebih praktis kalau SPF-nya memang udah bersatu sama hand cream.

The Body Shop memang punya British Rose Hand Cream, tapi wangi mawarnya nggak sama. Plus, nggak satu pun dari hand cream mereka yang baru punya SPF.

Wangi Wild Rose Hand Cream ini enak banget, saya sering dapat pujian kalau lagi pakai handcream ini. Serius dah, kalau ada versi parfumnya, saya bakal langsung beli, nggak pake mikir.

4. The Body Shop Rainforest Shampoo

The Body Shop Rainforest Shampoo line, consist of Rainforest Moisture, Rainforest Radiance, Rainforest Shine, and Rainforest Balance

Saya suka dari Rainforest Shampoo line karena rangkaian produk ini bebas sulfat. Karena bebas sulfat, rambut saya nggak terlalu kering setelah keramas dan lebih mudah ditata. Namun kalau kamu sudah terbiasa sama shampoo pada umumnya, mungkin pengalaman menggunakan shampoo ini nggak terlalu menyenangkan. Busanya nggak terlalu banyak, dan rasanya butuh lebih banyak air untuk benar-benar membilas semua residu. Terus wanginya terlalu samar…dan nggak jelas juga wangi apaan, hehe.

Saat ini, The Body Shop punya berbagai rangkaian perawatan rambut untuk berbagai permasalahan…saya cuma berharap ada satu aja di antara semuanya yang bebas sulfat. Mungkin kayak versi upgrade Rainforest dengan pilihan wangi yang lebih enak (kalau soal busa nggak terlalu banyak sih saya sudah legowo. Itulah harga yang harus dibayar kalau ingin shampoo bebas SLS/SLES).

5. Seluruh rangkaian produk home fragrance

This image has an empty alt attribute; its file name is 50915124086_6e2667ef62_z.jpg

Sumber gambar : The Body Shop Cyprus yang masih menjual produk ini (The Body Shop Indonesia please follow :””)

Iya, seluruh rangkaian produk. Fragrance oils, linen spritz, semuanya.

Saya ngerti sih, mungkin home fragrance nggak terjual secepat produk The Body Shop yang lain. Bagaimana pun, berapa kali sih kita pergi ke The Body Shop buat cari pewangi kain? Tapi tetap aja, saya ngefans berat sama beberapa wanginya. Jasmine and White Frangipani mengingatkan saya pada Bali, wangi white floral mistis yang clean. Green Tea and Lemon sangat segar dan energizing; saya banyak pake ini saat saya kudu begadang ngelarin skripsi. Saya masih punya sebotol linen spritz dan fragrance oil, yang jarang saya pakai, soalnya kalau habis, nggak ada gantinya yang persis sama (kecuali beli di Siprus kali ya. Sedih deh).

Dari semua produk yang saya sebut, home fragrance mungkin yang paling kurang mungkin dirilis kembali, tapi saya ngarep banget The Body Shop bakal rilis ini dalam bentuk parfum buat tubuh.


Jadi, itulah produk The Body Shop yang sudah discontinued tapi masih saya rindukan. Kalau ada orang The Body Shop HQ yang entah bagaimana nemu post ini saat riset untuk rilis produk baru, mungkin ini adalah wangsit yang Anda nantikan, hahah.

Sambil menunggu, kalau kamu punya produk dari The Body Shop/merek lain yang bisa mengisi kekosongan di hati saya karena produk-produk ini, , please do let me know in the comment!

11 Replies to “Discontinued The Body Shop Products I Wish Were Re-Released”

  1. Githa Respati Ramadhanty says: Reply

    Whoaaa banyak rekomendasi TBS tapi sayabgnya udah gak produksi ya :’) aku jadi ngebayangin endus-endus si peach itu tadi.. Kayak dejavu waktu dibilang kayak permen semasa kecil, hahha.

    Bener sih, parfum-parfum related gini kebanyakan yang cari mungkin yang parfum enthusiast kl bukan yg parfum enthusiast belinya dengan waktu yang cukup berjarak ya :’)

    Aku gak paham seberapa banyak parfum enthusiast di Indonesia, apa sebesar skincare enthusiast juga :”)

    1. Yang peach wanginya seriusan mirip fruitella! Gara-gara ini jadi nyari fruitella di warung dan baru sadar kalau permen ini udah nggak dijual di Indonesia :”’

  2. Sebanyak itu yaa produk tbs yg discontinued, dulu kalau pake tbs tuh aku minta aja gak pernah punya sendiri sampe skrang, padahal udh niat mau beli tp gak jadi jadi mulu, heran kenapaπŸ˜‚πŸ˜‚

    1. Emang sering banget discontinue produk; kalau suka sama produk TBS yang seasonal tuh siap-siap patah hati aja deh :’)

      (I still love The Body Shop regardless hehe)

  3. I’ve never explored tbs fragrance or parfume just love shea butter hahahaha. Mungkin yg paling pertama harganya masih agak mahal buat w wkwkwk but so far si yg paling awet cuman yg shea butter sih πŸ˜‘πŸ˜‚

  4. belum pernah nyobain semuanya sih produ@ yg di mention di atas, produk TBS yang aku pake udah 3tahun terakhir dan nggak ganti adalah facial wash tea tree.nya, semoga nggak discontinue juga huhu

    1. aku baru tauuu TBS punya hand cream yang ada SPF, setuju banget jadinya sama judul artikel ini πŸ˜†

  5. aku ngerasanya sayang banget produk home fragrance berhenti produksi padahal sekarang lagi trennya wewangian ruangaan. belum pernah coba produk2 yg discontinue di atas, semoga seri drop of youth ga stop produksi yaa hehehe aku suka sleeping masknya.

  6. Jaman dulu banget si rainforest shampoo masuk wishlistku, sayang belum coba keburu ilang.

  7. Kayanya pernah liat salah satu mutualku di IG juga suka sama yg TBS Honeymania.. aku sendiri belum tau ternyata TBS punya produk-produk di atas ya :”>

  8. Parfumnya body shop tuh enak enak wanginya buah gitu. Aku sendiri punya yang wangi stroberi enak banget. Moga2 jangan discontinue dehh

Tinggalkan Balasan ke Daisy Batalkan balasan

%d blogger menyukai ini: