Safely Sun-Kissed : A Review of Emina Sun Protection SPF 30 PA+++

Obsesi saya terhadap sunscreen sudah bukan rahasia lagi. Saya memakai sunscreen di dalam dan luar ruangan. Buat saya, lebih baik telat daripada keluar rumah dengan sunscreen masih setengah kering. Saya juga jenis teman yang bakal mengendap-endap dan berbisik di telinga kamu, “tambah lagi sunscreen-nya, Sis,” kalau kamu kurang banyak menggunakan sunscreen.

Saya selalu berusaha memakai sunscreen dalam jumlah yang disarankan (2mg/cm2 untuk semuka, yang kurang-lebih setara dengan setengah sendok teh) setiap pagi, biarkan sampai kering, terus say pakai selapis lagi. Terus, saya reapply lagi kurang-lebih 2 jam kemudian. Pada hari-hari di mana saya sedang ekstra-paranoid, saya reapply 2-3 kali lagi. Alhamdulillah saya pakai hijab, kalau nggak mungkin saya udah bangkrut berkat pengeluaran sunscreen, haha.

Berhubung saya belum kaya, jelas dong saya berusaha mencari alternatif lebih murah untuk kebanyakan hal…oke, untuk semua hal sih. Termasuk sunscreen. Terutama sunscreen. Tapi yang jelas saya nggak mau kompromi sama kualitas perlindungan terhadap sinar matahari.

Di mana lagi saya sebaiknya mulai mencari the sunscreen of my dreams, kalau bukan the hip-and-chic Indonesian brand, Emina?

KENAPA SAYA PERCAYA EMINA?

Emina Sun Protection SPF 30 PA+++
Ampunilah kualitas foto dari handphone saya…

Saya penggemar make up Emina; produknya berjiwa muda dan nggak mengintimidasi buat make up noobs macam saya ini. Di sisi lain, produk skin care Emina agak meh buat saya (contoh kasus: Emina The Bright Stuff Face Toner, yang sudah saya review di sini). Saya ngasih kesempatan (?) buat Emina Sun Protection, karena :

  1. Gunakanlah produk-produk Indonesia. Local pride, yo!
  2. Cuma sedikit produk sunscreen khusus dari merek lokal. Iya sih, banyak banget pelembab dan base make up yang ada SPF-nya, tapi saya lebih suka produk SPF tersendiri. Lebih gampang aja untuk memakainya dalam dosis yang sesuai, supaya saya dapat level perlindungan sesuai yang dijanjikan.
  3. Perlindungan SPF 30 terhadap UVB, dan PA+++ terhadap UVA, yang sebenarnya minimal untuk aktivitas luar ruangan, tapi lumayan lah buat indoor dan aktivitas out door jangka pendek.
  4. SPF testing adalah hal serius. Perlu proses yang rumit dan teliti untuk memastikan bahwa level perlindungan yang diberikan tepat dan konsisten. Karena proses ini mahal juga, saya jadi lebih percaya sama brand besar/brand dengan pabrikan besar, kayak Emina yang ada di bawah naungan PT. Paragon Technology and Innovation (Maaf ya, brand kecil/indie, saya masih percaya kalian untuk banyak hal lainnya kok)
  5. Udah lihat harganya belum? Kamu harus lihat harganya. Dompet saya juga jatuh cinta sama harganya.

KOMPOSISI

(Klik di sini untuk analisis CosDNA)

Sunscreen ini termasuk kategori sunscreen “chemical” atau “organic”. Ini maksudnya sunscreen Emina Sun Protection ini mengandung filter berupa senyawa “organik” atau berbasis karbon, dalam kasus ini Ethylhexyl methoxycinnamate dan Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate. Sunscreen jenis ini menyerap sinar UV dan mengubahnya jadi energi panas. Kalau kamu tertarik, kamu bisa baca blogpost cosmetic chemist Stephen Alain Ko ini untuk penjelasan lebih dalam tentang “chemical” dan “physical” sunscreen ya.

Menurut CosDNA, ethylhexyl methoxycinnamate menyediakan perlindungan terhadap UVA juga, tapi Skin Cancer Foundation hanya mencantumkan bahan ini sebagai pelindung terhadap UVB (juga Paula Begoun’s Ingredient Dictionary). Ada kekhawatiran bahwa ethylhexyl methoxycinnamate mungkin berbahaya karena ada sebagian yang diserap sama kulit, tapi saya pribadi sih nggak khawatir, karena hasil studi belum konklusif. .

Perlindungan dari UVA disediakan oleh Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate. Menurut Skinacea, bahan ini cocok dengan banyak sunscreen filters, dan mungkin juga berfungsin melawan radikal bebas.

Selain sunscreen filters, komposisi lainnya sih nggak terlalu exciting –nggak masalah sih, asal Emina Sun Protection ini melindungi kulit saya dengan baik, saya udah senang banget. Ada waterethanol (mungkin untuk membuat sunscreen kering lebih cepat dan memberi sedikit sensasi sejuk), moisturizer seperti butylene glycol, dan emollients seperti glyceryl stearate dan dimethicone, supaya lebih mudah diratakan dan sebagai film-former. Bahan-bahan yang didaftar sesudah phenoxyethanol (bahan pengawet) paling cuma ada setetes doang jadi saya sih nggak terlalu khawatir atau ngarep sama efeknya. Ini termasuk “star” ingredient, ekstrak daun Aloe barbadensis.

Performa

Emina Sun Protection SPF 30 PA+++ before after
(Kiri) Tekstur sebelum diratakan , (KANAN) Setelah diratakan. Hampir nggak kelihatan.

Tekstur Emina Sun Protection berupa krim yang ringan, mudah diratakan dan kering dengan cepat banget (mungkin karena kandungan ethanol). Nggak ada white cast sama sekali, jelas karena sunscreen filters-nya “chemical“/organik (FYI biasanya yang bikin white cast itu physical/inorganic filter kayak titanium oxide atau zinc oxide).  Nggak lengket, bahkan di kulit saya yang berminyak ini. Secara penampilan sih saya nggak ada komplain sama sekali. Meskipun begitu, wanginya itu rada menampar hidung saya dengan aroma yang floral yang kayak plastic. Saya akhirnya terbiasa juga setelah beberapa lama. Ini YMMV banget karena teman saya di kantor yang pakai ini juga justru suka sama wanginya.

Menilai performa sunscreen ini agak tricky buat saya. Soalnya, di bawah sinar matahari intens tanpa perlindungan, kulit saya nggak terbakar, melainkan jadi tan. Tan-nya bertahap dan agak lambat, tapi kalau dibiarin there is no turning back (atau ada turning back, tapi lamaaaaa bangeeeet). Jadi saya nggak bisa menguji perlindungannya dengan membandingkan kulit dilapisi sunscreen vs kulit nggak dilapisi sunscreen.

Yang saya bisa bilang, selama penggunaan Emina Sun Protection secara harian (yang lumayan obsesif), baik saya maupun orang-orang di sekitar saya nggak melihat penggelapan kulit/kemunculan sunspot baru. Jadiiii mungkin ini cukup buat kegiatan harian saya, yang paling banter juga duduk dekat jendela berkaca lebar dan ngetik mati-matian di kantor. Kalau buat kegiatan outdoor sih, saya mending cari sunscreen  lain yang lebih kuat.

Kalau kamu lebih suka sunscreen kamu tampilannya elegan dan transparan, dan kamu nggak terekspos sinar matahi intens atau sering kecipratan air, saya merekomendasikan Emina Sun Protection SPF 30 PA+++ ini. Buat saya sih sunscreen ini bukan yang paling favorit. Karena finish-nya yang transparan, saya cenderung memakai lebih banyak, yang sebenarnya bagus sih. Namun saya juga merasa kurang “terlindungi”. Yah, saya lebih suka sunscreen yang lebih kuat, lebih bagus lagi kalau filternya “physical” kayak zinc dioxide, yang menyediakan perlindungan komprehensif terhadap UVA dan UVB.

Simpulannya : apakah saya bakal repurchase? Ya, karena harganya, tapi kalau ada yang lebih kuat, saya bakal pindah ke lain hati. Saya bisa ngerti kenapa ini bisa jadi pilihan favorit buat banyak orang sih.

Harga dan Ketersediaan

Pada Morning Routine Post, saya bilang ,

“Emina Sun Protection SPF30 PA+++ adalah alternatif yang lebih murah dan mudah didapat dibandng Biore Aqua Rich Watery Essence SPF 50. Ini alasan saya menggunakannya sebagai sunscreen buat sehari-hari, terutama saat saya kehabisan Biore Watery Essence dan nggak sabar nungguin pesanan online.”

SALAH. SALAH BANGET BANGET.

Sunscreen ini sering banget sold out di toko-toko Emina dan di toko online. Udah berapa lama ya sejak terakhir kali saya lihat sunscreen ini tersedia di Sociolla? Udah nggak tau lagi deh. (BTW, saya berasumsi Sociolla adalah Emina’s online authorized seller, karena kalau kamu mengeklik “BUY NOW” di Emina official site, kamu akan langsung tersambung ke Sociolla)

Saya nggak tahu apa ini beneran karena sunscreen ini langsung diserbu begitu selesai diproduksi, aksi aja biar keliatan laku, atau emang saya aja yang kurang hoki. Yang jelas sih, mencari sunscreen ini susahnya setengah mati.

Tapi, hey, mungkin aja kamu lebih beruntung daripada saya. Jadi, kalau sunscreen Emina ini menarik buat kamu, coba aja dicari dulu! Sunscreen ini (mungkin, kalau beruntung) tersedia di Sociolla, atau di toko/outlet Emina terdekat di kota anda. Selain toko khusus Emina, saya juga kadang nemu Emina dijual di personal care shops seperti Watsons, dan lorong kosmetik di supermarket/hypermarket seperti Borma dan Lottemart.

Pada saat review ini dipublikasikan (Agustus 2017), harga sunscreen ini Rp 27.500, dan tersedia dalam satu ukuran (kemasan 60gr)


Apa kamu pernah mencoba Emina Sun Protection SPF 30 PA+++?

Kalau kamu punya saran sunscreen dengan harga terjangkau, terutama dengan “physical”/mixed filter, share di bawah ini ya~

More posts you might like

This Snarker loves comments! Please leave yours below

%d blogger menyukai ini: