Utama Spice Green Leaf Face Mask and Scrub (Also Known Privately as The Legolas Mask)

Kalau kamu adalah face-mask junkie (kayak saya), kemungkinan kamu sudah punya lebih banyak masker daripada yang dianggap normal. Meskipun begitu, selalu aja ada alasan untuk menambahkan masker baru ke koleksi, yang jumlahnya udah berjubel itu. Saya ngerti banget perasaan itu.

Utama Spice Green Leaf Face Mask bukan ‘penemuan’ baru buat saya, walau saya tahunya cenderung telat sih dibandingkan saudaranya, Utama Spice Temu-Temu Face Mask (sudah direview di sini). Karena suatu alasan yang tidak diketahui, Sociolla (sumber produk Utama saya yang biasanya) nggak jual varian masker ini. Baru setelah saya iseng browsing Utama Spice official website, baru deh saya nemu masker ini.

Reaksi saya? Jelas harus coba dong.

Utama Spice Green Leaf Face Scrub
Dibintangi juga oleh asisten fotografi luar ruangan saya : Bule Si Kucing

Pengalaman saya dengan produk Utama Spice sejauh ini sebagian besar lovely. Produk mereka 100% natural, paraben free, synthetic-free, dan cruelty-free (yang semuanya keren banget, tapi bukan kewajiban buat saya), dan saya juga mengapresiasi prinsip mereka dalam menggunakan sumber daya lokal dan memberdayakan desa-desa di Bali. Kalau membeli = mendukung, well, theirs are clauses I would gladly support (klik di sini untuk mengetahui lebih banyak tentang Utama Spice).

Seakan-akan saya butuh lebih banyak alasan untuk membeli masker ini, masker ini mengingatkan saya pada Legolas Greenleaf. I cannot resist anything Legolas Greenleaf. Thus, into the shopping cart it goes.

Legolas Greenleaf The Lord of The Ring
Pardon my fangirl heart.

Krisis Identitas : Face Mask atau Face Scrub?

Kemasannya bilang ‘Face Scrub’. Situs resmi Utama Spice menaruh ini pada kategori ‘Face Mask’. Instruksinya bilang untuk mencampur produk dengan air (atau kalau saya sih lebih suka pakai air mawar) untuk menghasilkan pasta dan membubuhkannya pada wajah, biarkan sampai kering, lalu bilas sampai bersih sambil dipijat lembut.

Jadi jawabannya: Dua-duanya! Betapa praktis (kalau suka face-masking dan face-scrubbing sekaligus)!

Claims and Ingredients

Pada dasarnya produk ini adalah bubuk halus daun jambu batu dan daun nangka, plus bubuk beras. It is like the raw vegan option for your skin care woes.

Pada kemasan, face mask/scrub ini mengklaim untuk mencerahkan dan mengeksfoliasi kulit. Deskripsi produk pada situs resmi Utama Spice menambahkan khasiat “merawat kulit berjerawat”. Mungkin efek mencerahkannya itu karena beras ya, yang sudah lama digunakan di produk Asia sebagai pencerah kulit. Terus “eksfoliasi” maksudnya physical exfoliation dari memijat wajah secara lembut sambil membilas sisa masker. Terus apa gunanya daun jambu batu dan daun nangka dong?

Penelitian menunjukkan bahwa aqueous extract dari daun jambu batu memiliki manfaat antifungal dan antibakteri. Penelitian dari Richard, Joshua, dan Philips (2013) menemukan bahwa ekstrak ini efektif untuk menghambat pertumbuhan organisme yang bertanggung jawab atas sakit kulit seperti jamur Microsporum gypseum dan Trichophyton mentagrophytes, serta bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Saya belum menemukan penelitian yang khusus membahas efeknya terhadap Proprionibacterium acnes (yang, eng ing eng, bertanggung jawab atas jerawat/acne), tapi saya SANGAT BERHARAP daun jambu batu bakal menghambat aktivitas mereka juga.

Selain manfaat antifungal dan antibakteri, ekstrak daun jambu batu juga menunjukkan potensi  agen whitening, antioksidan pada kulit dengan kerusakan akibat terpapar sinar UV, dan anti-kerut, seperti ditunjukkan oleh penelitian oleh Yang, Kim, dan Park (2008) ini. Artikel lengkapnya dalam bahasa Korea, jadi saya belum tahu cerita lengkapnya.

Mengenai daun nangka, setahu saya saat ini masih sedikit penelitian terhadap penggunaan daun nangka dalam skin care. Daun nangka juga bukan bahan yang populer untuk obat-obatan/skin care tradisional (setidaknya nggak di daerah tempat saya tinggal), jadi saya nggak begitu familiar sama kegunaannya. Kalau ada di antara kamu yang tahu kegunaan daun nangka dalam skin care kasih tau saya ya! Soalnya ada pohon nangka di dekat pintu salah satu gedung universitas tempat saya kerja dan saya niat memakai daunnya, kalau memang banyak manfaatnya, haha.

Content of Utama Spice Green Leaf Face Scrub
Campuran bubuk beras, daun jambu batu, dan daun nangka (yang misterius)

The Masking Experience

Petunjuk pemakaian menyarankan untuk menggunakan kuas masker supaya masker bisa dioleskan lebih merata. NOPE. Ini agak mustahil untuk benar-benar diratakan. Teksturnya jauh lebih clumpy daripada Temu-Temu Face Mask, dan saya masih belum bisa menentukan formula yang ideal (nggak terlalu cair, nggak terlalu menggumpal). Sejauh ini formula yang saya pakai adalah 1 sendok teh masker+ 2 sendok teh air mawar, plus beberapa kali semprot air mawar pada bagian yang menggumpal. Saya lebih memilih mengoleskannya dengan tangan yang bersih.

Utama Spice Green Leaf Face Scrub Applied
I do not often take selfies, but when I do, I make sure I look like a swamp monster. When the mask dries up, I look more like myself, albeit slightly greenish and rough-textured

It smells like burned sun-dried leaves of Mirkwood. Bukan bau yang memanjakan hidung sih, tapi kalau melihat daftar komposisinya yang literally terdiri atas daun kering dan bubuk beras, bakal nggak natural banget kan kalau wanginya malah harum-harum bunga? Tenang, kalau nggak suka baunya, kamu selalu bisa mencampurnya dengan air mawar. Air mawar yang biasa saya gunakan itu yang murah meriah aja kayak Mustika Ratu Air Sari Mawar Putih (review di sini).

Penggunaannya lebih berantakan lagi daripada Temu-Temu Face Mask. Karena maskernya agak menggumpal, nggak nempel di wajah se-smooth yang saya mau. Iya sih saya bisa bikin lebih encer, tapi nanti suka netes ke baju dan meninggalkan noda hijau. Noda hijaunya nggak permanen atau gimana kok, tapi yang jelas ini nggak cocok aja buat sesi maskeran tengah minggu yang cenderung pengen cepet beres dan males beresin sisa-sisanya setelahnya.

Saya sarankan untuk menggunakan handuk basah saat membilas masker ini. Pakai air doang juga bisa sih, tapi kadang kalau pakai lagi cleansing toner dengan kapas setelahnya, kelihatan masih ada sisa-sisa bubuk hijau. Yah, saya sih senang-senang aja karena akhirnya saya menemukan cara untuk menghabiskan Emina The Bright Stuff Face Toner (review di sini) yang sudah lama terabaikan.

Setelah sisa-sisanya dibersihkan dengan seksama, saya memperhatikan ada sedikit efek brightening, mungkin karena eksfoliasi fisik saat membilas maskernya. Untuk kegunaan brightening dan anti-kerut jangka panjang, menurut penelitian potensinya ada, tapi saya belum bisa bilang apa-apa. Saya harap itu nyata sih.

Verdict

Untuk produk masker wajah, experience saat pakai itu penting banget. Tekstur masker ini sih okay-ish, saya juga nggak protes soal aromanya, tapi saya nggak suka bahwa kerasa banget kayak saya habis scrubbing setelah pakai ini. Nggak kayak habis pakai scrub aprikot/walnut yang kasar sih, cuma…face scrubbing is not really my thing.

Meski demikian, saya suka bahwa ada efek brightening setelah hanya sekali pakai. Hasil jangka panjang ya cuma bakal keliatan kalau produk dipakai secara reguler ya, dan dibarengi dengan penggunaak skin care harian (DAN SUNSCREEN). Potensi manfaat masker ini sih cukup awesome.

Would I repurchase again? Yes, tapi kemungkinannya rendah. Saya bukannya nggak suka masker ini (seperti saya bilang, potensi manfaatnya luar biasa) tapi saya nggak menikmati face-scrubbing pada sesi maskeran mingguan saya. Face scrub fans mungkin bakal jauh lebih suka masker ini daripada saya.

Where to get this product

Masker ini agak sulit didapat dibanding produk masker Utama lainnya yang saya pakai. Utama Spice official website menjual masker ini (jelas) dan mungkin tersedia juga di brick-and-mortar stores yang menjual produk Utama Spice, yang dapat kamu cek di Utama Spice Store Locator. Pada saat review ini ditulis (Juni 2017), Green Leaf Face Mask and Scrub tersedia dalam jar 50g seharga Rp 60.500.

Go get’em scrub lovers!

More posts you might like

This Snarker loves comments! Please leave yours below

%d blogger menyukai ini: