Mustika Ratu Air Sari Mawar Putih : For a Cheaper Sort of La Vie en Rose

Mustika Ratu Air Sari Mawar Putih

Saya suka kerjaan saya sekarang. My kind of job banget -belajar dan dibayar untuk itu, haha. Saya nggak keberatan lembur, walau kadang itu menghabiskan waktu yang biasanya saya gunakan buat hal lain. Misalnya, blogging. Atau skincare routine yang lengkap. Atau kehidupan sosial secara umum.

Sekarang, setelah saya punya cukup waktu untuk bobo cantik dan skincare routine sepanjang yang saya mau, waktunya untuk memperbaiki semua yang terbengkalai saat sibuk kemarin. Saya juga ingin bercerita tentang produk yang jadi ‘langganan’ saya, berkat pemakaiannya yang serba guna: Mustika Ratu Air Sari Mawar Putih. Pada salah satu sesi kerja rodi lembur, saya bahkan berhasil meyakinkan cowok-cowok di project group saya untuk pakai Air Sari Mawar Putih ini, untuk mengusir ngantuk. Respon mereka…agak mixed ya, hehe. More on that later.

tiffany we bring the boys out gif
We bring the boys out…to try rose water face mist

The Heritage of Queens, Affordable by Paupers (Like Yours Truly)

Saya cenderung memilih science-y sounding products, tapi saya juga punya soft spot buat brand lokal yang berdasarkan pada kearifan lokal Indonesia. Mustika Ratu adalah salah satu brand tersebut.

Air Sari Mawar Putih ini sendiri bukan produk baru. Saya pernah pakai waktu SMA, buat campuran masker bubuk bengkoang (juga dari Mustika Ratu). Nggak begitu inget efeknya apa, selain bikin maskernya jadi wangi (berhubung masker bubuk bengkoang nggak ada wanginya). Terus saya lebih memilih menggunakan uang jajan saya buat sewa komik di taman bacaan dekat sekolah, dan berhenti beli Air Sari Mawar Putih ini (atau skincare lainnya).

Bertahun-tahun kemudian, saya beli lagi Air Sari Mawar Putih ini, karena saya adalah impulsive shopper yang nyasar di lorong skincare sebuah supermarket dekat rumah. Mana harganya murah banget, dan rasanya penuh nostalgia. Bisa dibilang, ini juga semacam displacement buat produk-produk berbahan rose/rosehip yang udah saya keceng tapi belum beli karena berbagai alasan. Dan…saya udah bilang harganya murah banget, belum? Well, it is. Mengingat saya pernah serius mempertimbangkan “Attracted to Cheapness” sebagai nama blog saya, wajar kalau Air Sari Mawar Putih ini akhirnya berakhir di keranjang belanja.

Ingredients

Mustika Ratu Air Sari Mawar Putih Ingredients
Untuk analisis CosDNA, klik di sini

Mengenai komposisi, klaim yang paling mencolok mata saya adalah “mengandung vitamin F”. Wew, vitamin apa lagi nih, baru denger. Hampir nggak simpati, karena saya pikir cuma mengada-ngadakan science-y sounding stuff untuk nambah nilai jual. Berdasarkan pengamatan saya, produk macam begitu biasanya kualitasnya medioker ke bawah.

Setelah googling, ternyata vitamin F adalah ‘nama jadul’ dari EFA (essential fatty acid). Walau pada tahun 1930-an dulu digadang-gadang sebagai “vitamin F”, struktur dan kandungannya nggak tepat kalau dikelompokkan sebagai vitamin. Nggak tahu kenapa yang dipake di kemasan malah namanya pada masa sebelum Indonesia merdeka. Mungkin karena pemahaman umum bahwa ‘vitamin’ itu nutrisi yang dibutuhkan tubuh, sementara “asam lemak esensial” terdengar seperti sesuatu yang menyebabkan kolesterol tinggi.

Anyway, EFA yang ada pada produk ini adalah Linoleic Acid/Asam Linoleat. Asam linoleat berfungsi di antaranya sebagai emollient/pelembab, antioksidan, dan skin-soothing agents.

Air Sari Mawar Putih ini menggunakan essential oil Rosa rugosa, yang biasa dikenal dengan nama Mawar Jepang , beach rose, atau mei gui hua. Saya belum nemu artikel ilmiah yang khusus membahas kegunaan Rosa rugosa buat kulit, namun saya menemukan bahwa rosehip oil bisa juga diekstraksi dari Rosa rugosa. Saya berasumsi bahwa manfaat rosehip oil pada umumnya (misalnya mengurangi tampilan bintik hitam, antioksidan) juga bisa dinikmati dari Rosa rugosa.

Rosa rugosa alba
Rosa rugosa. Source

Pada intinya, produk ini sebagian besar berfungsi melembabkan (dengan keberadaan humektan macam PEG-20 dan Glyceryl Laurate), dengan sedikit fungsi antioksidan (dari Tocopherol/Vitamin E, Linoleic Acid/”Vitamin F”, Rosa rugosa oil [mungkin]), dan anti-aging (Retinyl Palmitate/Vitamin A). Saya bilang “sedikit” sebagai perkiraan, karena letak bahan-bahan tersebut agak di akhir daftar komposisi.

Air Sari Mawar Putih ini mengandung beberapa bahan yang bisa jadi problematis :

a. Retinyl Palmitate, bisa menyebabkan iritasi buat yang nggak cocok. Patch test before use
b. Paraben (methylparaben). Avoid it if it is not your thing. Saya sendiri oke-oke aja dengan paraben.
c. Alkohol. Saya nggak sepenuhnya menghindari alkohol, karena di beberapa produk memang berfungsi untuk membantu penyerapan, atau memperbaiki user experience (misalnya pada sunscreen, supaya cepat kering). Saya nggak begitu yakin apa fungsi alkohol di produk ini, tapi selama nggak bikin kulit kering, saya sih nggak masalah.

Penampakan (?)

Air Sari Mawar Putih ini dikemas dalam botol plastik yang ramping di bagian bawah dengan kesan vintage. Khas banget Mustika Ratu. Kayaknya dari zaman dulu bentuknya begini terus ya? Sayang, dulu nggak begitu perhatian sama kemasannya.

Secara penampakan, ini nggak ada bedanya sama air sih. Kecuali…ini wangi banget. Serius. Saya bolak-balik baca komposisinya dan saya amazed banget pas lihat nggak ada fragrance tambahan. Apakah Rosa rugosa memang sewangi ini? Saya asumsikan aja iya, soalnya saya nggak pernah cium wangi Rosa rugosa asli.

Mustika Ratu Air Sari Mawar Putih Applied on hand

Wanginya nggak begitu mirip sama bunga mawar pada umumnya, tapi tetap soft floral dan mengingatkan saya pada warna putih gading (I suck at describing smell LOL). Saya suka wanginya, tapi yang namanya wangi itu selera sih. Cowok-cowok di project group saya berpendapat wanginya terlalu nyengat. Bos saya (yang juga tergoda untuk coba…apa saya nyambi jadi SPG skincare aja ya?) malah sampai cuci muka berkali-kali supaya wanginya enyah.

Tapi pada akhirnya, hampir semua bertahan lembur sampai dini hari, jadi saya anggap mission accomplished.

Klaim dan Penggunaan

Ini salah satu yang saya suka dari Air Sari Mawar Putih ini : dia nggak berusaha menjadi ‘sesuatu’ yang lain; nggak berpura-pura jadi toner, atau produk lainnya yang terkesan lebih nge-hip dan ngefek. Mungkin ini disengaja juga, untuk menekankan bahwa produk ini multipurpose, antara lain :

a. Sebagai face toner

Bubuhkan pada kapas atau tuangkan secukupnya pada telapak tangan dan tepuk-tepuk pada wajah. Gunakan sebagai hydrating toner. This is the closest product to hydrating toner I have right now in my skincare arsenal.

b. Sebagai campuran clay mask/masker bubuk

Cocok untuk upgrade pengalaman bermasker, misalnya dulu saat saya menggunakan masker bengkoang yang nggak ada wanginya. Bisa juga untuk menutupi wangi masker yang kurang disukai, misalnya buat yang kurang cocok sama Utama Spice Temu Temu Face Mask (review di sini) karena wanginya yang ‘jamu banget’. Selain itu, kulit saya rasanya lebih lembab kalau pakai Air Sari Mawar Putih ini untuk campuran clay mask. Retak-retak begitu masker kering nggak separah kalau pakai air biasa. Bisa jadi pilihan buat yang kulitnya cenderung kering.

c. Sebagai kompres

Pengen coba metode Chizu Saeki tapi nggak punya duit untuk beli toner/first essence pricey yang biasanya disarankan? Say no more, fam, Air Sari Mawar Putih ini bisa banget jadi pilihan. Namun karena mengandung alkohol, kayaknya yang berkulit cenderung kering lebih baik hati-hati.

d. Sebagai face spritz/face mist

Nah ini cara penggunaan kesukaan saya, karena cocok sama tujuan : mengusir ngantuk! Decant ke botol semprot, semprot beberapa kali, muka segeran lagi. Saat waktu agak lowong, saya juga suka menyemprotkan Air Sari Mawar Putih di antara produk-produk hydrating essence dan serum, buat nambah kadar hidrasi. Saya nggak pernah memakai ini (atau produk lain) sebagai face mist penyegar di siang bolong dan/atau di luar ruangan, karena saya nggak mau berisiko sunscreen saya luntur. Saya agak paranoid soal sunscreen, haha.

Dengan cara apa pun kamu menggunakan Air Sari Mawar Putih ini, please adjust your expectation. Klaim produk ini cuma “menyegarkan kulit” dan saya rasa dalam hal itu produk ini bekerja dengan baik. Buat yang lebih suka berbagai macam manfaat dalam satu produk skin care, this product might not be for you.

Will I repurchase? Yes. Mungkin bukan The Best Product Evarrr tapi saya suka menggunakan Air Sari Mawar Putih ini untuk upgrade campuran clay mask. Selain itu, harganya yang murah meriah nggak bikin merasa bersalah ketika saya semprot banyak-banyak pas harus begadang, hehe.

Where to Get This Product?

Air Sari Mawar Putih Mustika Ratu ini tersedia dalam dua ukuran, 75 ml dan 150 ml. Pada saat review ini diterbitkan (Mei 2017), harga Air Sari Mawar Putih Mustika Ratu ini sekitar Rp 9.800 (untuk 75 ml) dan Rp 14.100 (untuk 150 ml)

Produk ini sepertinya tersebar luas di minimarket dan supermarket seantero Indonesia. Kalau entah kenapa susah dapet produk ini di tempat kamu berada, bisa pesan online lewat situs e-commerce berikut :

Catatan: Nama toko/situs e-commerce yang dicantumkan di atas hanya sebagai informasi. Saya tidak berafiliasi/menerima kompensasi dalam bentuk apa pun dari toko/situs e-commerce tersebut.

Thanks for reading, and I hope this review (somehow) helps! 😀

More posts you might like

This Snarker loves comments! Please leave yours below

%d blogger menyukai ini: