Chill Yo’ Eyebags : A Review of The Body Shop Vitamin E Eyes Cube

Selamat datang, Para Penjelajah Lorong-Lorong Gelap Internet. Senang sekali menyambut Anda sekalian di sini, setelah satu setengah bulan saya inaktif di blog ini.

Selama Maret dan minggu pertama April, pekerjaan saya numpuknya masya Allah. Pada satu titik, atasan saya sampai bilang, kayaknya kita butuh cuti dan get a life deh. So here I am, getting a life. A blogging life, that is.

Pada situasi kerja-membabi-buta, saya nggak punya waktu untuk ngikutin skin care routine yang multi-step. Selain yang dasar-dasar (kayak pembersih, pelembab, dan sunscreen setiap pagi), ada beberapa produk yang saya suka karena mereka sangat berguna…untuk membuat saya tetap terjaga.

The Body Shop Vitamin E Eyes Cube adalah salah satunya.

Sedikit Riwayat Saya dan Produk Skin Care The Body Shop

Pertama-tama, saya adalah fans berat The Body Shop. Produk perawatan tubuhnya selalu sukses membuat saya merasa cantik maksimal setiap keluar dari kamar mandi. Pengharum ruangannya sudah saya coba dan saya suka banget. Saya juga mendukung nilai-nilai The Body Shop yang ramah lingkungan dan memberdayakan wanita di berbagai negara. Terus saya juga suka banget program Bring Back Our Bottles, yang menurut saya penting banget diadopsi oleh lebih banyak brand. Bukan karena bonus reward point yang didapat setiap pengembalian produk, melainkan karena menurut saya, ini membantu mengurangi sampah.

Oke, karena bonus reward point-nya juga sih, haha.

Meskipun begitu, produk perawatan wajah dari The Body Shop sejauh ini bikin saya berasa meh. Vitamin C moisturizer-nya bikin saya jerawatan. Saya mencoba Moisture White Shiso line (kecuali serum dan sheet mask-nya yang kemahalan itu) dan wajah saya jadi berminyak nggak karuan. Saya habisin juga sih semuanya, karena harganya agak mahal dibandingkan produk skin care saya yang lain (pada masa itu, haha), dan saya masih rada berharap harga lebih tinggi = hasil lebih nendang setelah waktu tertentu, ya kan? Tapi yang lebih nendang pada akhirnya cuma produksi minyak di muka saya.

Ini mungkin sayanya aja sih yang nggak cocok, tapi ini bikin saya agak berhati-hari untuk mencoba produk perawatan wajah lainnya dari The Body Shop.

Eyes cube ini sampai di tangan saya sebagai hadiah ulang tahun. Sempat dianggurin beberapa lama sementara saya berkontemplasi tentang makna di baliknya (OMG GUE DAPET EYE CREAM, APA MAKSUDNYA GUE UDAH MULAI KERIPUTAN YA?!?!?!?!?!) dan bertanya pada diri sendiri, apakah saya mau ambil risiko menggunakan ini, mengingat sejarah saya sama perawatan wajah TBS. Pada akhirnya, saya mikir, “bodo amat lah”, dan mulai menggunakan eyes cube ini.

No regrets.

First Impression

Pikiran pertama: “Ini kayaknya bukan kubus (cube) deh.”

Pikiran kedua: “Ini sih tabung. Jelas-jelas tabung.”

Pikiran Ketiga : “OH.”

Ini adalah Eyes Cube, yang meninggalkan sensasi dingin kayak menempelkan es batu (Ice Cube) pada area sekitar mata. Eyes Cube, Ice Cube. Geddit? Geddit?

Seal of Approval
Pun approved

Setelah tutupnya dibuka, ada penutup plastik tambahan. Mungkin biar eyes cubenya nggak cepet kering, nggak kena debu atau semacamnya.

The Body Shop Vitamin E Eyes Cube with inner lid
(LEFT) with lid, (RIGHT) lid opened

Eyes cube ini sendiri berbentuk stik berwarna pink lembut yang cantik banget. Cara mengeluarkan produknya sama kayak lipstik/lipbalm pada umumnya, harus diputar badan tabungnya. Begitu digunakan, terasa ada lapisan lembab dengan sensasi dingin. Nggak ekstrem kayak es baru keluar kulkas sih, tapi cukup berasa kayak kita melakukan ‘sesuatu’ pada kantung mata. Butuh waktu beberapa lama sampai meresap seluruhnya, tapi mungkin itu karena saya pakainya rada lebay sih. Meskipun belum meresap dengan paripurna, rasanya nggak lengket sama sekali kok.

Ingredients

Nah, sampai juga pada bagian favorit saya dalam review : Komposisi bahan! Bisa dilihat di bawah, hasil copy-paste dari The Body Shop website. Seperti produk skincare TBS pada umumnya (paling nggak yang pernah saya coba), komposisinya panjang dan nggak cukup ditulis di kemasan produk. Untuk melihat komposisi lengkap pada kemasan, labelnya harus dikupas. Hurufnya kecil-kecil pula. Saya lebih memilih untuk tidak merusak kemasan produk saya (dan mungkin bikin mata saya makin minus).

Aqua/Water (Solvent), Bis-PEG-18 Methyl Ether Dimethyl Silane (Skin Conditioning Agent – Humectant), Sodium Stearate (Surfactant), Butylene Glycol (Humectant), Propanediol (Viscosity Modifier), Methoxy PEG-10 (Humectant), PEG-150 (Humectant), Glycerin (Humectant), Synthetic Fluorphlogopite (Viscosity Increasing Agent), Phenoxyethanol (Preservative), Caprylyl Glycol (Skin Conditioning Agent), Tocopheryl Acetate (Antioxidant), Myristamidopropyl PG-Dimonium Chloride Phosphate (Skin Conditioning Agent), PEG-12 Dimethicone (Skin Conditioning Agent), Citric Acid (pH Adjuster), Polysorbate 60 (Surfactant), Butyl Methoxydibenzoylmethane (Ultraviolet Light Absorber), Triticum Vulgare Germ Oil/Triticum Vulgare (Wheat) Germ Oil (Emollient), Glycine Soja Oil/Glycine Soja (Soybean) Oil (Emollient/Skin Conditioner), Mica (Opacifying Agent), CI 77891/Titanium Dioxide (Colorant), CI 77491/Iron Oxides (Colorant)

Saya apresiasi banget cara The Body Shop mencantumkan komposisi bahan di situs mereka! Selain nama bahannya, ada juga deskripsi singkat, jadi kita tahu kenapa sih nih nama-nama berbau kimia ada di produk kita. Ini membantu banget buat blogger pemalas (kayak saya) dan konsumen pada umumnya.

Mengenai komposisinya, kebanyakan berupa humektan di awal. Ini oke banget sih buat saya, karena kulit saya cinta banget humektan. The star ingredient Tocopheryl Acetate/Vitamin E adanya di bawah banget, bahkan di bawah phenoxyethanol (pengawet), yang berarti terkandung dalam eyes cube ini dikit banget. Nggak selalu berarti bahwa kandungannya nggak signifikan sih…tapi ya, sedikit aja. Saya perhatiin ini hal yang umum pada produk-produk skin care TBS (Moisture White Shiso line, I am staring hard at you).

How it feels to have it on my skin

Kalau dari daftar komposisinya sih, Saya nggak mengharapkan efek anti-kerut atau anti-lingkaran hitam dari eyes cube ini. Eyes cube ini memberi efek moisturizing ringan (seperti yang diharapkan dari produk yang mengandung segala macam humektan di atas), dan lumayan bisa mengurangi kantung mata. Saya nggak tahu apakah itu efek dari produknya sendiri atau cara aplikasinya; yang jelas sih itu bantu mencegah saya keliatan kayak a corpse bride saat kerjaan lagi sibuk-sibuknya.

Hal yang paling menyenangkan dari eyes cube ini adalah sensasi dinginnya. Saat saya butuh untuk tetap terjaga dan ngerjain berbagai macam hal, saya bakal mengoles eyes cube ini beberapa kali, dan rasa ngantuknya bakal rada menghilang untuk beberapa lama. Saya biasanya memakai ini malam-malam sih, secar aberulang-ulang (tergantung kapan rasa ngantuknya datang). Saya nggak bisa bilang bagaimana performa eyes cube ini di bawah make up, karena ya saya nggak pernah pakai make up lagi setelah eyes cube ini.

The Body Shop Vitamin E Eyes Cube No Dry Eyes

Menurut saya, eyes cube ini lebih cocok untuk usia remaja/awal 20-an dan mereka yang perlu banget mengusir kantuk. Saya nggak merekomendasikan produk ini buat mereka yang lebih membutuhkan perawatan mata lebih “serius” dan kerutan yang lebih kentara. Terus cara aplikasinya yang dengan mengoles di bawah mata mungkin terlalu ‘kasar’ buat yang sudah terbiasa menganggap kulit di bawah mata sebagai lebih tipis dan perlu diperlakukan ekstra lembut. Saya mencoba mengaplikasikan ini dengan cara tap-tap ringan di bagian bawah mata seperti penggunaan krim mata pada umumnya, tapi rasanya kurang afdhol aja.

Buat saya eyes cube ini adalah kado yang tepat pada saat yang tepat. Berguna banget untuk membantu saya terlihat lebih seperti manusia normal saat harus menyelesaikan tumpukan systematic literature reviews dengan deadline yang ketat. Saya lumayan suka, walau untuk masa-masa yang lebih “damai” saya bakal memilih produk yang lebih melembabkan dan merangkap fungsi lain (misalnya anti-aging atau anti-lingkaran hitam).

Where to get it?

Produk ini dapat ditemukan dengan mudah di toko The Body Shop terdekat dengan Anda. Juga tersedia online di The Body Shop Online Store dan Beautylink. Pada saat review ini dibuat (April 2017), harganya Rp 219.000

More posts you might like

This Snarker loves comments! Please leave yours below

%d blogger menyukai ini: