Seventeen Made Me Do It : A Review of The Saem x Seventeen Tone Up Suncream SPF 50/PA++++

Seventeen Made Me Do It : A Review of The Saem x Seventeen Tone Up Suncream SPF 50/PA++++

Sejak Seventeen mulai jadi duta merek The Saem tahun lalu, banyak produk mereka yang “tiba-tiba” jadi penghuni meja rias saya. Ya, memang sebelumnya juga saya udah lama ngeceng banyak produk mereka (Karena model mereka sebelumnya adalah SHINee, BUT STILL), tapi bohong besar kalau saya bilang muka Seventeen di toko dan kemasan produk The Saem nggak mempengaruhi keputusan membeli saya sama sekali.

Terus dengan nggak sopannya The Saem menaruh WAJAH MEMBER SEVENTEEN di kemasan SUNSCREEN, produk skincare saya yang paling fardhu ‘ain. Bucin ini bisa apa? Mengosongkan isi dompet buat mereka tentu saja!

The Saem Seventeen Suncream Hip Hop Team Performance Team
Ganteng-gantengku <3

Dari 13 dedek-dedek ganteng, 8 dari mereka (Performance dan Hip Hop Unit) menghiasi kemasan suncream ini. Vocal unit menghiasi kemasan Miracle Tone Up Suncream (yang juga saya beli, dan mungkin akan review secepatnya, tapi nggak janji, hehe). Meskipun tangan rakus saya mengambil semua varian, saya sesungguhnya cuma memakan dua di antaranya : S.Coups dan my favourite dongsaeng Dino. Nggak begitu ngaruh juga sih yang mana yang dipakai, kecuali member itu bias kamu. Dari segi komposisi, wangi, dan performa, semuanya sama aja.

Saya jelas ngefans berat sama kemasannya, tapi apakah saya juga ngefans sama komposisi dan performa suncream ini? Mari meneliti lebih lanjut…

The Saem Seventeen S Coups Suncream
Can you hear me fangirling in the background?

Ingredients

Suncream ini adalah pure “physical”/ inorganic sunscreen yang menggunakan Zinc Oxide dan Titanium Oxide sebagai filter. Ini menjelaskan rating perlindungan dari matahari yang tinggi (SPF50+ PA++++). Saya pribadi lebih suka sunscreen yang mengandung physical filter, karena perlindungannya juga lebih komprehensif. Selain itu “chemical”/organic sunscreen bisa memicu reaksi negatif pada orang-orang yang sensitif terhadap bahan ini, jadi buat orang kebanyakan physical filter lebih aman. Namun mohon perhatikan bahwa suncream ini mengandung BUANYAK ekstrak tanaman, yang juga mungkin memicu reaksi alergi buat beberapa orang. Mohon cek dulu daftar komposisinya, siapa tahu ada bahan yang pernah memicu reaksi negatif di kulit kamu pada masa lalu.

Mengenai ekstrak tanaman ini, pendapat saya sih B aja. Kalau berguna syukur, nggak juga ya memang nggak berharap banyak. Kalau saya benar-benar pengen mendapat manfaat dari semua ekstrak tanaman itu, saya bakal pakai serum/essence/ampoule semacamnya, bukan sunscreen.

Seventeen The Saem Suncream Ingredients
(Click here for Cosdna analysis)

 

How It Feels On My Skin

Tekstur suncream ini di antara lotion-y dan creamy. Mudah diratakan, tapi kalau kulit kamu kering dan/atau tidak menggunakan cukup pelembab sebelumnya, mungkin bakal terasa kering DAN blotchy. Saya mengalami ini sendiri setelah satu malam yang naas di mana saya ketiduran masih pakai clay mask semuka. Untungnya pada hari yang normal kulit saya lumayan berminyak dan saya pakai berlapis-lapis humektan, so I’m good in terms of spreadability.

Saya juga harus memperingatkan bahwa tekstur suncream ini bikin dia lebih gampang bergelayutan(?) pada rambut-rambut halus di muka. Saya sudah coba berbagai sunscreen pure physical/mixed filter sebelumnya, tapi suncream ini yang paling bikin rambut halus di atas bibir saya mencolok. Lucu aja sih…karena sebelumnya saya nggak pernah senyadar ini bahwa saya punya kumis. Ini bikin saya mikir, kalau member Seventeen benar-benar pakai sunscreen ini, wajah mereka pasti bener-benar smooth. I mean, really, really smooth…as in no-hair smooth.

Wanginya agak powdery, beberapa orang mungkin mendeskripsikan ini sebagai “soft” meskipun terlalu kuat buat hidung saya yang (terlalu) sensitif ini.



 

Performance

Tulisan di kemasannya bilang “the tone up suncream brightens skin tone as if having been Photoshopped as it softly applies on the skin.”

Masalahnya, Photoshop itu hanya alat. Dipakai seperlunya oleh tangan yang ahli, itu bisa bikin kita tampak lebih menarik, tapi kalau nggak, kita bisa jadi kelihatan palsu dan lebay. Sedihnya, efek suncream ini buat saya lebih ke yang kedua.

Biar saya jelasin dulu. Kulit saya itu undertone-nya warm dan agak kekuningan. Efek “tone up” dari physical sunscreen filters nggak terlalu cocok sama skin undertone yang warm/kekuningan, bikin malah kelihatan pucat dan semacam keabuan. Sebenarnya bisa sih mencerahkan dengan tepat kalau cuma dipake sedikiiit aja, tapi di sinilah letak masalahnya :

Sunscreen should NOT be only used a tiny bit! A little does NOT go a long way. If anything, we probably should use more.

Saya ingin mengingatkan kembali bahwa untuk mencapai rating perlindungan yang dicantumkan kita perlu menggunakan sunscreen dalam jumlah yang cukup yaitu 2mg/cm2 kulit, atau kasarnya 1/4 sendok teh untuk seluruh wajah. Seperempat sendok teh suncream ini bakal bikin saya kelihatan lebih kena whitewashed daripada foto fansite. Saya nggak suka dipaksa memilih tiap hari apakah saya mau kelihatan kayak The Bride of Frankenstein dengan kulit yang terlindung memadai atau cantik cerah dengan perlindungan sinar matahari yang terkompromi.

Oh ya, efek tone up suncream ini pada dasarnya whitecast, jadi saya nggak menyarankan untuk difoto pakai flash saat memakai suncream ini.

Saya nggak ingin jadi mbak mbak netijen nyinyir yang cuma nulis hal-hal negatif aja dalam reviewnya, jadi saya menyediakan list orang-orang yang bakal cocok banget memakai suncream ini :

People Who Would Look Good With This Suncream

  • Seventeen (mereka tuh diapain juga ganteng, susah)
  • Orang-orang dengan kulit yang undertone-nya cool dan/atau punya skintone kulit cerah (walau kalau gitu kayaknya sih nggak perlu efek tone up lagi)
  • Bukan saya
  • Juga bukan orang-orang dengan kulit warm undertone/kekuningan yang lebih suka warna kulitnya menyerupai undertone kulit asli.
  • Jelas bukan saya

Biasanya sunscreen saya habis dengan cepat, tapi yang ini bertahan sekitar 6 bulan, mungkin karena saya nggak pakai sesering dan sebanyak biasanya.

Kamu mungkin menyadari bahwa saya sekarang memakai tube ke-2, jadi kenapa tetap saya pakai dong kalau nggak cocok dengan skintone saya dll. dst. dsb.? Jawabannya adalah : KEMASANNYA PAKAI MUKA SEVENTEEN DAN SAYA BUCIN. CHOI SEUNGCHEOL HAS MY HEART AND LEE CHAN IS MY FAVORITE DONGSAENG, OKAY. Apakah saya bakal beli lagi kalau nggak ada muka Seventeen-nya? Nggak deh makasih. Beneran deh, I really want to like it SO BAD, tapi secara objektif ini nggak cocok sama preferensi estetis sunscreen saya. Biar begitu, kalau kamu suka efek tone up, kulit kamu cool-toned, dan nggak punya banyak rambut halus di wajah, suncream ini mungkin cocok buat kamu!

Where to buy this Suncream?

Jadi ternyata kamu adalah salah satu orang yang bagus pakai suncream ini atau kamu bucin kayak saya. Di manakah kamu bisa membeli suncream ini?

Kalau kamu tinggal di Indonesia, The Saem Indonesia bilang bahwa mereka akan rilis produk ini juga, walaupun tanggal pastinya belum ditentukan. Beberapa toko di online shopping platform (kayak Shopee store saya, teehee) menjual produk ini dalam rentang harga Rp 165.000-Rp 240.000 tergantung member dan kondisi box (yes box condition matters)

The Saem Indonesia Official Online Stores (akan saya update dengan link langsung ke produk saat suncreams ini dirilis resmi) :

  1. The Saem Tokopedia*
  2. The Saem Bukalapak*
  3. The Saem Shopee
  4. The Saem JD.ID

So, over to you. Apakah kamu sudah mencoba suncream ini? Apa ada yang perlu ditambahkan ke daftar orang yang bagus pakai suncream ini? Please share below~

This Snarker loves comments! Please leave yours below

%d blogger menyukai ini: