C-ing is Believing : A Review of Wardah C-Defense Vitamin C Serum

Selamat datang, penjelajah lorong-lorong gelap internet, lumayan lama juga saya nggak nulis di sini. Nggak seperti anggapan umum, saya masih hidup, sehat, dan semangat banget untuk menulis lebih banyak review beauty products! XD

Pada pos saya sebelumnya tentang morning routine, saya menulis bahwa saya nggak bisa membayangkan ngeskip memakai serum vitamin C. Izinkanlah saya memperkenalkan serum vitamin C yang memulai segalanya : Wardah C-Defense Vitamin C Serum. Ini bukan produk vitamin C pertama yang saya pakai, tapi inilah produk yang bikin saya mantap menjalani the vitamin C life.

Wardah C-Defense Vitamin C Serum adalah bagian dari Wardah C-Defense line, yang sudah dirilis cukup lama. Saya nggak begitu tertarik mencoba produk lain dari line ini: DD creamnya mungkin nggak akan kepake karena saya jarang pake base make up, face mist-nya mengandung phenoxyethanol di urutan 2 (YAELAH NGAPAIN SIH), face wash-nya keliatannya oke tapi nggak prioritas buat saya. Walhasil, cuma serum vitamin C ini saja yang cukup menggoda untuk dimasukkan ke keranjang belanja.

Wardah C-Defense Line
The whole line, ICYMI

Jujur aja, faktor harga jadi penentu utama keputusan saya membeli serum ini. Dengan harga Rp 78.500 untuk 17 ml (harga per November 2017, waktu tayangnya review ini), ini adalah salah satu serum vitamin C paling legit dan terjangkau di pasaran. Terus, saya juga penasaran serum ini mengandung vitamin C jenis apa, karena kebanyakan review beauty blogger masa itu nggak mencantumkan komposisi lengkap.

Mari kita telaah lebih lanjut apa yang ditawarkan oleh serum ini!

Vitamin C? Vitamin C yang Mana?

Saat ini mungkin kamu udah banyak banget mendengar tentang manfaat vitamin C pada skin care. Mencerahkan kulit, antioksidan, anti-inflamasi, cuci piring, cuci baju, jadi joki SNMPTN…sebut aja semuanya deh. Meskipun begitu, tipe vitamin C macam-macam, dan nggak semuanya setara, jadi penting banget untuk tahu vitamin C jenis apa yang ada di produk perawatan kulit kamu.

Kebanyakan manfaat vitamin C yang pernah kamu dengar kemungkinan berasal dari studi tentang L-ascorbic acid (L-AA), bentuk vitamin C yang “aktif”. Jenis vitamin C yang lain mesti diubah dulu jadi L-AA sebelum ngefek ke kulit. Sayangnya L-AA sifatnya sangat asam dan kemungkinan bikin iritasi tinggi. Betenya lagi, sifatnya kurang stabil dalam produk water-based: kamu harus menjaganya dari sinar matahari, dimasukin ke kulkas, terus nggak boleh banyak terpapar udara, kalau nggak vitamin C-nya cepat teroksidasi dan jadi nggak berguna, atau malah berefek negatif saat dipakai.

Ain't nobody got time for complicated vitamin C serum
Kadang-kadang saya malah suka lupa bawa laptop ke kantor, eh ini malah disuruh inget terus masukin serum ke kulkas setiap habis pakai. Nggak deh, makasih.

Kalau kamu adalah orang yang teliti, apik, dan nggak gampang lupa, saya rekomendasikan produk yang mengandung L-AA. Tapi kalau bukan…yuk cari alternatif lain aja.

Terus vitamin C mana dong yang lebih baik saya pakai? Pilihannya banyak, misalnya Sodium Ascorbyl Phosphate (SAP), Magnesium Ascorbyl Phosphate (MAP), Ethyl Ascorbic Acid, Ascorbyl Glucoside dll. Perbedaan antara tipe-tipe vitamin C mungkin bisa jadi satu pos tersendiri, jadi sekarang kita fokus aja ke jenis vitamin C yang ada di serum Wardah ini, yaitu…

Ethyl Ascorbic Acid (featuring its humectant friends)

Kemasan Wardah C-Defense Serum mengklaim “powerful antioxidant hi grade vitamin C which has high penetration ability into skin layer”. Saya nggak tahu sih apa bener “hi grade”, tapi dari daftar komposisi saya tahu bahwa serum ini mengandung ethyl ascorbic acid (EA). Kalau melihat dari posisinya di daftar komposisi sih kandungan EA-nya cukup banyak ya, meski persentase tepatnya nggak disebutkan. Saya belum nemu sih artikel tentang persentase ideal penggunaan EA, jadi saya bakal percaya aja sama Wardah bahwa persentase EA dalam produk ini cukup.

EA, seperti sodara-sodaranya sesama vitamin C, biasa digunakan dalam produk pencerah wajah. Beberapa perusahaan penyedia bahan kosmetik (contoh) bahkan mengklaim bahwa efek mencerahkan (dengan menghambat pembetukan melanin) EA lebih bagus daripada SAP dan Ascorbyl Glucoside, meskipun saya belum lihat artikel penelitian tentang ini. Dari sedikit artikel ilmiah yang saya temukan, EA disebut dapat menghambat aktivitas tirosinase, yang bertanggung jawab atas pembentukan melanin (Hatao & Maeda, 2005, Google Patents). Meskipun begitu, karakteristik EA membuatnya mungkin sulit dihantarkan ke epidermis (Li, et.al. 2015). Namun kalau diformulasikan dengan baik, kemampuan penyerapannya bisa ditingkatkan. Lagi saya bakal percaya aja sama Wardah soal ini.

Wardah C-Defense Vitamin C Serum full ingredients list
Wardah C-Defense Vitamin C Serum full ingredients list

Selain EA, serum ini mengandung banyak jenis humektan,  misalnya glycerin, propylene glycol, dan ekstrak Aloe vera. Bahan-bahan ini menghidrasi kulit dengan baik, dan kulit saya sih suka banget sama humektan!

(Klik di sini untuk melihat analisis komposisi COSDNA)

HOW IT WORKS ON MY SKIN

Saya memakai serum Wardah ini hampir setiap pagi untuk sekitar 3 bulan. Saya menggunakan 2 tetes untuk seluruh wajah dan 2 tetes lagi untuk leher dan dada bagian atas (because, hey, gotta keep collagen production smooth there too). Saya menghabiskan total 2 botol sebelum memutuskan move on ke vitamin C lainnya.

Kesan pertama nggak begitu bagus. Begitu dipakai rasanya lengket dan cukup berat buat kulit berminyak saya. Perlu banget waktu tunggu sebelum pakai produk lain; bukan untuk memastikan ini bekerja efektif, tapi lebih ke “ini edan lengket banget, nggak tahan deh kalau nemplokin yang lain lagi sebelum ini meresap.” Kalau kamu sedang telat (dan saya sih biasanya telat), waktu tunggu ini tuh rasanya kayak neraka. Terutama kalau kamu adalah jenis cewek yang harus pake base make up tiap hari, karena kalau dipaksa pake bb-cream/bedak saat serumnya belum nyerap rasanya lengket lengket lusuh gimanaaaa gitu.

Menurt saya, penyebabnya adalah GLYCERIN. Glycerin adalah humektan yang bagus (dan murah), tapi rasa lengketnya mungkin keterlaluan buat orang-orang berkulit berminyak, terutama yang hidup di iklim tropis nan lembab kayak di Indonesia. Saya baca beberapa review yang merasa bahwa kulit mereka jadi lebih berminyak setelah pakai ini –sebenarnya nggak sih, tapi memang glycerin bikin kulit jadi lebih mengkilat daripada yang diinginkan (terutama jika kamu lebih nyaman sama kulit yang terlihat matte).

Kalau dibiarkan menyerap selama sekitar 15 menit, kulit saya jadi berasa lumayan glowy (bedakan “glowy” sama “shiny” ya, haha). Terus karena humektannya udah cukup melembabkan banget buat kulit berminyak, bahkan kalau saya nggak pake pelembab apa-apa lagi setelahnya pun tetep aman. Kadang-kadang saya pake serum ini, terus sunscreen, udah deh. Wajah saya jadi lebih glowy, meskipun mungkin mineral sunscreen yang saya pakai bikin mengkilat-berkat-glycerinnya nggak begitu keliatan.

(Trik lainnya : bisa juga pakai serum Wardah Vitamin C ini pada malam hari, biar hanya kita dan bantal saja yang tahu betapa bling-blingnya kulit wajah saat memakai serum ini)

Saat saya hampir menghabiskan botol pertama, saya mulai dapet pujian (ehm) tentang kondisi kulit saya yang membaik dan bintik-bintik hitam PIH laknat memudar. Orang-orang juga mulai nanya tentang produk skin care apaan yang saya pakai, haha. Jadi saya rasa…it works! Ini juga yang bikin saya beli satu botol lagi, bukannya langsung cobain produk lain dari daftar panjang Vitamin C serum wishlist saya.

Serum ini bakal lebih fantastik kalau kulit kamu kering. Vitamin C + lots of humectants on dry skin = LOVE.

Pertimbangan Lain

Wardah C Defense Vitamin C Serum

Mengenai kemasan, saya nggak ada masalah. Sebotol kaca mungil produk ini mengandung 17 ml, dan kemasannya opaque jadi nggak perlu khawatir produknya bakal berkurang mutu karena terpapar cahaya (saya belum nemu sumber tentang stabilitas EA di bawah cahaya, tapi saya asumsikan lebih stabil daripada L-AA). Droppernya juga oke-oke aja. Mulut botolnya cukup lebar untuk memaksa tetes-tetes penghabisan serum keluar saat dropper nggak lagi bisa mengeluarkan produk. Tutupnya nggak mudah bocor juga asal ditutupnya rapat.

Mengenai wewangian, tadinya saya pikir bakal wangi jeruk banget (kalau menilai dari kemasannya), tapi ternyata nggak lho. Bahkan saya hampir nggak mencium apa-apa. Kejutan yang menyenangkan buat saya.

Where to get this product?

Produk Wardah sudah tersebar luas di Indonesia, jadi kayaknya kamu bisa dengan mudah mendapatkannya di toko kosmetik atau supermarket terdekat. Kalau belum nemu, toko online berikut menjual produk ini :

1. Sociolla
2. Yes24

Daftar di atas hanya disediakan sebagai informasi. Saya tidak berafiliasi atau menerima kompensasi apa pun dari toko-toko yang disebut di atas.


Apakah kamu sudah pernah mencoba Wardah Vitamin C Serum? Apakah kamu punya saran serum Vitamin C apa yang sebaiknya saya tambahkan ke Serum Wishlist saya! Kalau ada, tinggalkan komentar ya XD

More posts you might like

2 Replies to “C-ing is Believing : A Review of Wardah C-Defense Vitamin C Serum”

  1. Mba, ini aku yang tadi komen di ig hehehe. Uda lama aku pengen nyoba vitamin c, ada salah satu merk korea yg hits banget itu, tapi maju mundur makenya krn mahal hehehe. Knp ko vitamin c wardah ini dipake pagi? Knp ga malam? Apa wardah ini bisa dipakai buat kulit acneprone? Maap newbie kebanyakan nanya hehe

    1. Haloo Mbak Arum, makasih sudah berkunjung lagi 🙂 Nggak apa-apa, saya seneng kok ngobrolin soal skin care, hehe.

      1. Kenapa dipakenya pagi?
      Sebenarnya preferensi kemudahan aja buat saya. Pada malam hari saya pakai lebih banyak produk; nunggu sampai serum ini menyerap sebelum pake yang lain rasanya PR banget. Buat teman-teman saya yang nggak tahan sama lengket+shiny-nya serum ini kalau dipake siang, saya biasanya sarankan untuk coba pakai pada malam hari dulu, sebelum memutuskan nggak cocok sama serum ini.

      Ada anggapan bahwa vitamin C itu “bekerja sama” dengan sunscreen dan bikin kulit makin terlindung dari sinar UV, jadi lebih baik dipakai pagi hari. Syukur kalau benar, tapi saya belum pernah baca bukti ilmiah tentang ini, Yang jelas vitamin C ini sifatnya nggak bikin kulit sensitif sama sinar matahari, jadi harusnya aman dipakai dari pagi.

      2. Apakah aman dipakai kulit acne prone?
      Kulit saya acne prone juga, dan alhamdulillah aman. Tentu saja skincare mah YMMV, alias cocok-cocokan, jadi mungkin beda di orang lain. Perlu diperhatikan, buat kulit berminyak dan acne prone mungkin kandungan gliserin di serum ini berasa berat, apa lagi kalau belum meresap sempurna udah keluar rumah rasanya lengket dan debu gampang nempel. Ini potensial bikin jerawat juga.

      Kemudian, kalau sedang ada jerawat aktif (lagi merah-merahnya) saya nggak saranin pake produk vitamin C dulu. Lebih baik tangani dulu jerawatnya sampai mereda, baru pake vitamin C.

      Saran saya kalau pengen banget coba tapi kulit acne prone, coba patch test dulu di bagian kulit yang nggak keliatan dan pakai di malam hari 🙂

      Maaf ya jawabannya kepanjangan, semoga cukup membantu 🙂

This Snarker loves comments! Please leave yours below

%d blogger menyukai ini: